Tampilkan postingan dengan label tahun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tahun. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 01 Februari 2014
Pertama dalam 23 Tahun Wanita Taiwan Dihukum Mati
Rita Uli Hutapea -
Taipei, - Mahkamah Taiwan menjatuhkan hukuman mati pada seorang wanita yang membunuh tiga anggota keluarganya. Dengan keputusan ini, wanita tersebut menjadi wanita pertama yang dihukum mati di Taiwan dalam jangka waktu 23 tahun terakhir.
Wanita bernama Lin Yu-ru tersebut didakwa membunuh ibunya, suaminya dan mertuanya demi wang insurans bernilai 20 juta dolar Taiwan. Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Khamis (13/6/2013).
Sebelumnya, wanita berumur 32 tahun tersebut dihukum mati oleh Mahkamah Tinggi pada tahun 2012 lalu. Wanita itu pun mengajukan rayuan.
Namun permohonan rayuanya hari ini ditolak Mahkamah Agung Taiwan. "Apa yang dilakukannya keji dan tak ada belas kasihan... kesedihan yang ditimbulkan bagi keluarga suaminya tak tertanggung," demikian disampaikan Mahkamah Agung.
Dalam perbicaraan terungkap, Lin mengaku menolah ibunya jatuh dari tangga dan meracuni suaminya serta mertua perempuannya demi mendapatkan wang insurans dan melunaskan hutang-hutang judinya.
Lin dicurigai kerana ketiga korban maut secara misteri dalam jangka waktu 9 bulan dan dia merupakan satu-satunya ahli waris dalam insurans tersebut.
Dalam wawancara dengan media setempat, keluarga para korban menyambut hukuman mati ini. Selama ini, kes tersebut telah menyedot perhatian publik Taiwan.detikNews
Wanita bernama Lin Yu-ru tersebut didakwa membunuh ibunya, suaminya dan mertuanya demi wang insurans bernilai 20 juta dolar Taiwan. Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Khamis (13/6/2013).
Sebelumnya, wanita berumur 32 tahun tersebut dihukum mati oleh Mahkamah Tinggi pada tahun 2012 lalu. Wanita itu pun mengajukan rayuan.
Namun permohonan rayuanya hari ini ditolak Mahkamah Agung Taiwan. "Apa yang dilakukannya keji dan tak ada belas kasihan... kesedihan yang ditimbulkan bagi keluarga suaminya tak tertanggung," demikian disampaikan Mahkamah Agung.
Dalam perbicaraan terungkap, Lin mengaku menolah ibunya jatuh dari tangga dan meracuni suaminya serta mertua perempuannya demi mendapatkan wang insurans dan melunaskan hutang-hutang judinya.
Lin dicurigai kerana ketiga korban maut secara misteri dalam jangka waktu 9 bulan dan dia merupakan satu-satunya ahli waris dalam insurans tersebut.
Dalam wawancara dengan media setempat, keluarga para korban menyambut hukuman mati ini. Selama ini, kes tersebut telah menyedot perhatian publik Taiwan.detikNews
Selasa, 31 Desember 2013
Gambar Tabah Gadis 12 Tahun Menjaga Ayah Yang Uzur
Gadis 12 tahun ini menjaga ayah beliau yang mengalami brain damage di hospital seorang diri. Huang Puli, 12 tahun dari Guanling, Provinsi Guizhou gigih menjaga ayah beliau yang mengalami kecederaan otak yang kronik setelah jatuh daripad pokok desember lalu.
Huang Puli menjaga ayah beliau kerana ibunya sudah 3 tahun melarikan diri dari mereka berdua. Gadis cilik dan tabah ini kini menjaga ayahnya sehingga terpaksa berhenti sekolah. Makan. minum, mandi dan pakai ayah beliau diuruskannya. Bagus budak ini.
Harapnya dikurniakan syurga oleh tuhan yang maha pengampun lagi maha pengasih. She is a role model to us all.




Laporan asal ChinaBuzz
[sumber]
Sabtu, 23 November 2013
Ternyata Bahasa Alay Sudah Ada Sejak Tahun 1835
Bahasa "alay" atau bahasa gaul di Indonesia ternyata tidak hanya berlangsung pada zaman sekarang saja, bahkan telah ditemukan sejak tahun 1835 silam.
Hal tersebut dikemukakan SST.Wisnu Sasongko, pakar bahasa dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa RI, pada acara pemantauan dan sosialisasi penggunaan bahasa di ruang publik, yang digelar di hotel Rahmat Gorontalo, Rabu (9/11/2011).
Menurut dia, bahasa alay ditemukan pada naskah bertuliskan huruf Jawa kuno, yang berjudul "Angling Dharma".
Dalam naskah itu, kata ratu ditulis dengan menggunakan kata "Ro" sebanyak tujuh kali sehingga terbaca sebagai ratu. Padahal jika merujuk pada tata bahasa jawa kuno, semestinya kata ratu ditulis dengan menggunakan "Ro", "To" dan "Wulu".
"Kalau hanya ditulis dengan Ro sebanyak tujuh kali, maka artinya menjadi tujuh atau pitu sehingga terbaca R dan Tu," jelasnya.
Untuk itu, menurutnya, bahasa alay senantiasa ada setiap zaman, namun hal itu tidak perlu dikhawatirkan dapat merusak tatanan bahasa Indonesia. "Sifatnya hanya sementara, tidak akan bertahan lama," Kata dia.
Acara pemantauan dan sosialisasi penggunaan bahasa di ruang publik, diikuti oleh wartawan, penyiar radio, serta staf humas sejumlah instansi pemerintahan di Gorontalo. Dalam kesempatan itu, Badan Bahasa juga menyosialisasikan undang-undang RI nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.
Sumber: http://kotakhitamdunia.blogspot.com/2011/11/ternyata-bahasa-alay-sudah-ada-sejak.html
Dukung Admin Salin Semua di Kontes J-Fleece : http://www.j-fleece.com/fleecious/raziq_ahmed
Langganan:
Postingan (Atom)