Tampilkan postingan dengan label alay. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alay. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 November 2013

Ternyata Bahasa Alay Sudah Ada Sejak Tahun 1835

 
 
Bahasa "alay" atau bahasa gaul di Indonesia ternyata tidak hanya berlangsung pada zaman sekarang saja, bahkan telah ditemukan sejak tahun 1835 silam.
Hal tersebut dikemukakan SST.Wisnu Sasongko, pakar bahasa dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa RI, pada acara pemantauan dan sosialisasi penggunaan bahasa di ruang publik, yang digelar di hotel Rahmat Gorontalo, Rabu (9/11/2011).

Menurut dia, bahasa alay ditemukan pada naskah bertuliskan huruf Jawa kuno, yang berjudul "Angling Dharma".

Dalam naskah itu, kata ratu ditulis dengan menggunakan kata "Ro" sebanyak tujuh kali sehingga terbaca sebagai ratu. Padahal jika merujuk pada tata bahasa jawa kuno, semestinya kata ratu ditulis dengan menggunakan "Ro", "To" dan "Wulu".

"Kalau hanya ditulis dengan Ro sebanyak tujuh kali, maka artinya menjadi tujuh atau pitu sehingga terbaca R dan Tu," jelasnya.

Untuk itu, menurutnya, bahasa alay senantiasa ada setiap zaman, namun hal itu tidak perlu dikhawatirkan dapat merusak tatanan bahasa Indonesia. "Sifatnya hanya sementara, tidak akan bertahan lama," Kata dia.

Acara pemantauan dan sosialisasi penggunaan bahasa di ruang publik, diikuti oleh wartawan, penyiar radio, serta staf humas sejumlah instansi pemerintahan di Gorontalo. Dalam kesempatan itu, Badan Bahasa juga menyosialisasikan undang-undang RI nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.


Sumber: http://kotakhitamdunia.blogspot.com/2011/11/ternyata-bahasa-alay-sudah-ada-sejak.html

Dukung Admin Salin Semua di Kontes J-Fleece : http://www.j-fleece.com/fleecious/raziq_ahmed
ReadMore..

Minggu, 17 November 2013

ALAY yang tak berdosa


Suatu ketika disaat saya sedang asik berfacebook ria, ada teman yang memberikan sebuah email. Kemudian saya baca sejenak karena saya pikir juga lumayan ada yang bisa dibaca. Saya bingung, karena isi dari email tersebut adalah memojokan para orang-orang yang tak bersalah yang disebut ALAY. Kira-kira begini isinya:

Alay. Sejak lama saya terganggu dengan keberadaan orang-orang seperti ini. Mohon maaf, ini bukan berarti diskriminasi bahwa para Alay dilarang tinggal di bumi ini. Tapi tolonglah utuk segera mengoreksi diri. Kalau kalian masih menganggap baik kebiasaan itu, ok, mungkin saya yang terlalu sensitid sehingga terganggu hal-hal yang remeh temeh seperti itu. Tapi kalau setelah kaliah menakar lagi baik buruknya kebiasaan kalian dan hasilnya adalah buruk dan sangat mengganggu, tolong segera hentikan kebiasaan itu.

Tulisan di atas itu merupakan surat terbuka kepada siapa saja yang merasa Alay.

Sebagai konsumen media text di internet, terus terang saya sangat terganggu dengan gaya kepenulisan para Alay. Ketika orang-orang sedang ingin benar-benar bisa menulis dengan baik dan benar, mereka malah enak-enakan mempermainkan cara penulisan pesan. Ketika banyak orang Indonesia yang peduli terhadap bahasa indonesia yang semakin hilang akar aslinya karena bahasa lisan yang amburadul, bahasa SMS yang serba singkat, si Alay malah memperparah dengan memunculkan text-text (maaf) kampungan yang sungguh menyakitkan mata orang yang membacanya.



Haduh-haduh, kalau memang bikin sakit mata mending gak usah dibaca tulisannya. Saya bingung sama orang-orang yang suka ngatain orang lain alay, apa sih sebenernya arti alay tersebut??? huft... kenapa orang-orang yang menggunakan kata-kata singkat untuk mengekspresikan dirinya justru disebut alay??? malah kalau saya pikir justru orang-orang ini adalah orang-orang yang kreatif loh... kenapa kreatif??? lah yang biasanya orang-orang yang disebut ALAY itu biasanya menulis dengan kata-kata pengganti seperti saya menjadi saia, maaf menjadi maav dll. bukankah itu hal yang kreatif?

Yah, inilah jeleknya bangsa kita. Orang-orang yang ingin mengekspresikan dirinya justru yang didapat hanyalah celaan semata. Bukannya dengan pujian kekaguman. Saya yakin orang-orang yang suka ngatain orang lain itu sebagai ALAY justru sangat-sangat kampungan. Mungkin juga pengetahuannya sangat minim tentang era modern ini dimana semua orang bebas memukakan pendapat.

Jadi saran saya, jangan suka ngatain orang sebelum kita melihat apakah kita sudah sempurna? kalau sudah sempurna baru kita boleh menjelek-jelekan orang. Trus buat yang ngerasa suka ngataian saya harap sadar deh, kita juga masih punya kekurangan.

Ini cuma pendapat saya aja loh. kalau gak suka juga gak apa-apa. ini kan blog saya jadi saya bebas mau bikin apa aja. hehehehee....



ReadMore..