Tampilkan postingan dengan label mati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mati. Tampilkan semua postingan
Minggu, 16 Februari 2014
Anak Penculik Ohio Hukum Mati Ayah Saya!
Arlene Castro (Foto: GMA)
OHIO – Ramai orang yang menginginkan pelaku penculikan Ohio Ariel Castro dihukum mati. Anak perempuan Castro, Arlene. menginginkan ayahnya mati
Castro melakukan penculikan terhadap Amanda Berry, Gina DeJesus dan Michelle Knight. Dia melakukan aksi penculikan itu bersama dua saudara laki-lakinya, Pedro dan Unil.
Arlene terkejut dengan kejahatan yang dilakukan ayahnya. Dia semakin terpukul kerana DeJesus yang ikut menjadi korban Castro adalah sahabat masa kecilnya.
“Dia meminta (Castro) dihukum mati,” ujar bibi Arlene, Elida Carballo, seperti dikutip Dailiy Mail, Jumaat (10/5/2013).
Arlene mertasa dia dimanfaatkan ayahnya untuk mencari mangsa. Dia juga menyatakan, tidak akan pernah menjenguk ayahnya di penjara.
Castro menyekap ketiga gadis yang diculiknya di dalam rumahnya. Dia menjadikan ketiga gadis itu sebagai budak seksnya selama sepuluh tahun.
Penderitaan para gadis itu berakhir setelah Berry bertinjauan kabur dari rumah Castro. Dia langsung menghubungi polisi untuk datang menyelamatkan mereka bertiga.
Castro sendiri sadar kalau perbuatannya salah. Dalam catatan yang ditemukan di rumahnya, Castro mengaku sebagai predator seks yang membutuhkan bantuan.
Sabtu, 01 Februari 2014
Pertama dalam 23 Tahun Wanita Taiwan Dihukum Mati
Rita Uli Hutapea -
Taipei, - Mahkamah Taiwan menjatuhkan hukuman mati pada seorang wanita yang membunuh tiga anggota keluarganya. Dengan keputusan ini, wanita tersebut menjadi wanita pertama yang dihukum mati di Taiwan dalam jangka waktu 23 tahun terakhir.
Wanita bernama Lin Yu-ru tersebut didakwa membunuh ibunya, suaminya dan mertuanya demi wang insurans bernilai 20 juta dolar Taiwan. Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Khamis (13/6/2013).
Sebelumnya, wanita berumur 32 tahun tersebut dihukum mati oleh Mahkamah Tinggi pada tahun 2012 lalu. Wanita itu pun mengajukan rayuan.
Namun permohonan rayuanya hari ini ditolak Mahkamah Agung Taiwan. "Apa yang dilakukannya keji dan tak ada belas kasihan... kesedihan yang ditimbulkan bagi keluarga suaminya tak tertanggung," demikian disampaikan Mahkamah Agung.
Dalam perbicaraan terungkap, Lin mengaku menolah ibunya jatuh dari tangga dan meracuni suaminya serta mertua perempuannya demi mendapatkan wang insurans dan melunaskan hutang-hutang judinya.
Lin dicurigai kerana ketiga korban maut secara misteri dalam jangka waktu 9 bulan dan dia merupakan satu-satunya ahli waris dalam insurans tersebut.
Dalam wawancara dengan media setempat, keluarga para korban menyambut hukuman mati ini. Selama ini, kes tersebut telah menyedot perhatian publik Taiwan.detikNews
Wanita bernama Lin Yu-ru tersebut didakwa membunuh ibunya, suaminya dan mertuanya demi wang insurans bernilai 20 juta dolar Taiwan. Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Khamis (13/6/2013).
Sebelumnya, wanita berumur 32 tahun tersebut dihukum mati oleh Mahkamah Tinggi pada tahun 2012 lalu. Wanita itu pun mengajukan rayuan.
Namun permohonan rayuanya hari ini ditolak Mahkamah Agung Taiwan. "Apa yang dilakukannya keji dan tak ada belas kasihan... kesedihan yang ditimbulkan bagi keluarga suaminya tak tertanggung," demikian disampaikan Mahkamah Agung.
Dalam perbicaraan terungkap, Lin mengaku menolah ibunya jatuh dari tangga dan meracuni suaminya serta mertua perempuannya demi mendapatkan wang insurans dan melunaskan hutang-hutang judinya.
Lin dicurigai kerana ketiga korban maut secara misteri dalam jangka waktu 9 bulan dan dia merupakan satu-satunya ahli waris dalam insurans tersebut.
Dalam wawancara dengan media setempat, keluarga para korban menyambut hukuman mati ini. Selama ini, kes tersebut telah menyedot perhatian publik Taiwan.detikNews
Langganan:
Postingan (Atom)