Tampilkan postingan dengan label haji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label haji. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Mei 2014

Haji Tanazzul

From: Amir Fauzi
Sent: Thursday, February 16, 2006 6:02 PM
To: Milis BDI


Tanazzul berasal dari kata nazala, yang berarti turun. Saya ndak tahu pasti mengapa kata ini menjadi pilihan buat jamaah haji Indonesia yang berniat menghidupkan sunnah-sunnah Nabi dalam menunaikan haji. Tanazzul dalam haji Indonesia diartikan keluar dari rombongan untuk menunaikan sunnah-sunnah haji.

Mengapa tanazzul, karena manasik haji Indonesia lebih fokus menunaikan hal-hal yang wajib, sehingga ada beberapa sunnah yang tidak dapat dilakukan. Ketika anda berhaji, maka akan dibagikan tiga buku berisi dgn judul, Makna Haji, Manasik Haji dan Panduan Perjalanan. Dalam buku itu, Depag memberikan pilihan jika anda ingin menunaikan sunnah-sunnah itu dengan berkoordinasi dengan ketua Kloter.

Dalam cerita lain, saya sempat menghubungi pemilik Maktab (Pondokan yg dimiliki oleh warga Saudi), setidaknya 3 Maktab. Saya coba tanyakan, mengapa cara manasik antum tidak sesuai dengan yang digariskan panitia Tetap Haji Saudi. Petugas maktab itu menjelaskan, bahwa ia hanya melayani apa yang diinginkan Indonesia, orang2 kita memang terkenal "berani2" berinovasi. Jadi pemilik maktab, just melayani permintaan sehingga tidak bisa disalahkan.

Oleh karena itu, jika anda ikut haji reguler atau tanpa KBIH yang menjaminkan sunnah2 haji, anda mesti tanazzul dengan bergabung dengan KBIH yang menjaminkan itu. Tidak sedikit, KBIH yang berdiri kadang hanya doku oriented. Prosesi ini perlu keberanian & siap lahir batin terhadap dampak psikologis. Anda keluar rombongan pas prosesi puncak, mulai tanggal 8 - 12/13 Dzulhijah dengan prosesi tarwiyah di Mina, wukuf di Arafah, Mabit di Muzdalifah, Jumrah, Thowaf, Sai, Tahalul.

Kelihatannya simple, tetapi tak sesimple dalam tulisan ini. Jika anda menunaikan sesuai haji Nabi hingga puncak2 nya, maka akan anda temui experiance yang luar biasa.
- Betapa kesan mendalam dalam tarwiyyah di Mina
- Betapa mudahnya air mata mengalir saat wukuf di terik Arafah
- Betapa padat & berkeringatnnya berdesakan dalam melempar jumrah
- Betapa penuhnya pelataran Kabah saat thowaf ifadhah
- Betapa rendetnya sai pada saat2 puncak
- Dan lainnya.

Dalam prosesi itu, jika anda dalam kondisi tidak fit, dapat mengambil rukshah yang Nabi ajarkan.

Ada semacam kesan tersendiri saat anda berhaji bersama syariat Nabi, yang tentunya hanya terekam dalam nurani, yang tentunya tak dapat diungkapkan. Saya kadang baru sadar, mengapa mereka yang sudah berhaji, memiliki motivasi berhaji lagi jauh lebih kuat dari yang pertama. Barangkali kesan ini yang menghujam kuat dalam kalbu setiap hujjaj.

Tips :
(1) Tidak mudah anda mencari rombongan untuk bertanazzul, saya sarankan jauh-jauh hari bisa kontak KBIH yang menegakkan sunnah, sehingga ketika di sana, anda tinggal kontak dan bergabung. Dengan pertolongan Alloh, saya bergabung dengan Yayasan al-Wafa Jakarta untuk menunaikan tanazul ini.

(2) Sempatkan baca buku Sejarah Makkah, Madinah & Masjid Nabawi.

Barangkali ini sangatlah simple, untuk menjelaskan prosesi panjang haji, semoga bermanfaat buat kawan2 yang lewat Jawa. Uraian ini saya tutup dengan sebuah hadist Nabi. Kendaraan itu tidak digelak (disegerakan berangkat) kecuali untuk berangkat ke tiga tempat, Masjidil Haram, Masjidku (Masjid
Nabawi) dan Masjidil Aqsa. Jadi ada baiknya sebelum keliling Amerika, Eropa atau Asia, pesan Nabi tersebut didahulukan.

Mohon dikoreksi jika ada yang kurang.


Amir Fauzi
Owner
Fatta Niaga
=======================================
www.bursajilbab.com : Grosir Jilbab Super Murah
www.bajubayimurah.com : Pusat Kulakan Baju Bayi
www.ebajumuslim.com : Grosir Baju Muslimah Murah
www.wafanakids.com : Grosir Baju Muslim Anak
www.grosirkoko.com : Grosir Baju Takwa Bandung
www.jihadiclothing.com : Kaos Distro Muslim
www.sekolahsablon.com : Spesialis Kursus Sablon Kaos
=======================================

ReadMore..

Jumat, 21 Februari 2014

Tukang Sapu Jadi Jutawan… Kisah Benar Di Mekkah Musim Haji 2012


Musim haji tahun 2012 baru saja berlalu. Seperti biasanya, setiap kali musim haji selalu saja memunculkan kisah-kisah menakjubkan. Selalu ada cerita yang mengharukan, penuh hikmah dan menjadi pelajaran bagi umat manusia.

Di antara kisah nyata yang terjadi di musim haji tahun 2012 ini adalah kisah seorang tukang sapu di kota Mekkah yang mendadak kaya menjadi seorang milyuner. Bagaimana ceritanya? Simak kisah nyatanya seperti yang diangkat di akhbar al-Sabaq terbiatan Saudi Arabia tanggal 17 Dzhuhjjah lalu (02/11/2012). (Kisah ini sudah kami edit seperlunya tanpa mengurangi inti dan substansi cerita).

Syahdan, seorang lelaki bernama Marimir Husain Jihar sedang menyapu jalanan kota Mekkah yang penuh debu. Ia membersihkan jalanan kota suci ini dari kotoran dan sampah-sampah yang dibuang manusia atau yang diterbangkan angin sepanjang waktu.

Sudah 5 tahun, pekerja imigran asal Bangladesh itu melakoni pekerjaan bersahaja tersebut, pekerjaan yang dipandang sebelah mata orang orang lain. Di Arab Saudi, orang Bangladesh sering disebut sebagai “Benggali”. Orang Indonesia pun memanggil mereka dengan sebutan demikian.

Rakan-rakan sekerja Marimir tidak pernah tahu asal-usul marimir, sebab ada ratusan ribu (atau mungkin jutaan) orang Benggali yang menjadi buruh kasar di negeri Haramain ini.

Sampai pada suatu hari di musim haji 2012. Ketika Marimir asyik menyapu jalanan di sekitar wilayah Tan’im, tempat di mana orang-orang akan memulai (miqat) ihram untuk Umrah, suatu kejadian tak terduga terjadi.

Seorang lelaki tua berteriak dari seberang jalan memanggil nama Marimir. Lelaki itu berpakaian Ihram, terlihat hendak melaksanakan ihram untuk Umrah. Dari postur tubuhnya, lelaki tua itu jelas berkebangsaan Bangladeh.

“Marimir…! Marimir…! Marimir….!” Teriak lelaki tua berkali-kali dari seberang jalan. Namun kerana banyaknya manusia dan lalu lintas yang sibuk, Marimir tidak mendengarnya.

“Marimir…! Marimir…! Marimir…!” Lelaki tua itu kembali berteriak. Kali ini ia berlari ke arah Marimir menghadang jalan.

Aksi lelaki tua itu mengundang perhatian banyak orang di Tan’im, termasuk dari rakan-rakan lelaki tua itu sendiri. Mereka heran, bagaimana ia mengenali seorang penyapu jalan di kota suci ini.

Tanpa peduli, dia terus berlari tanpa menghiraukan kereta-kereta yang melaju kencang. Orang-orang berteriak memperingatkannya, kerana aksinya itu mengganggu lalu lintas.

“Marimir…!”. Ujar si lelaki tua tanpa henti.

Kali ini Marimir mendengar. Ia menoleh, dilhatnya seorang yang sudah tua berlari ke arahnya. Ia pun heran, dari mana orang itu mengetahui namanya.

Lelaki itu semakin mendekat. Dan semakin dekat. Ketika sudah jelas baginya siapa yang datang, ia pun terperangah. Alangkah terkejutnya Marimir, dia seakan tak percaya apa yang dilihatnya.

Ternyata lelaki tua itu adalah abang kandungnya sendiri….

Dengan berurai air mata, si lelaki tua itu menghampiri Marimir yang penuh debu, lantas ia memeluk pemuda itu dengan erat sambil menangis.

Aksi jemaah haji tersebut mengundang perhatian  orang ramai. Meski tidak mengerti, mereka mengabadikan momen penuh haru itu dengan kamera. Setelah itu, si lelaki tua bercerita kepada orang-orang ydi sekeliling mereka penuh perasaan terharu.

Dia menceritakan bahawa tukang sapu itu adalah adik kandungnya sendiri, mereka adalah dua bersaudara yang sudah lebih 5 tahun tidak bertemu.

Kisah perpisahan mereka dimulai ketika orangtua mereka meninggal dunia beberapa tahun sebelumnya. Ayah mereka meninggalkan harta warisan yang sangat banyak, mencapai 17 juta Riyal  . Bagaimana tidak, keluarganya adalah keturunan bangsawan, dan salah satu datuk mereka adalah mantan menteri di Bangladesh.

Tapi saudara tuanya itu berbuat serakah. Dia tidak mau membahagi harta peninggalan itu dengan adiknya. Beberapa kali si adik meminta pembahagian warisan, tapi ia tidak mau. Bahkan, sang adik pernah dijebloskannya ke penjara kerana menuntut haknya!

Kerana putus asa, akhirnya sang adik pergi meninggalkan Bangladeh. Dia pun menjadi pekerja imigran di Arab Saudi. Hingga bertahun-tahun lamanya. 5 tahun terakhir, ia menjadi tukang sapu di Mekkah.

Selepas kepergian adiknya itu, saudara tuanya pun diserang penyakit kanser ganas.

“Ini hukuman Allah atas kezaliman saya…”. Kenang haji tua itu sambil menangis. Dan sejak itulah ia insaf atas perbuatan serakahnya.

Bertahun-tahun pula lamanya, ia berusaha mencari jejak sang adik. Dia bertanya kepada kawan-kawan adiknya, tapi tak seorang pun yang tahu. Dia pun sudah membuat sayembara, siapa yang mengetahui alamat adiknya akan diberi imbalan yang besar.

Namun khabar tak kunjung datang. Sang adik entah di mana rimbanya. Sementara penyakitnya semakin parah, hingga dia mengira umurnya takkan lama lagi.

Hingga datang musim haji tahun 2012. Ketika dia hendak pulang ke tanah air, dia pun melaksanakan umrah terlebih dahulu. Ia bersama rombongannya pun berangkat ke Tan’im, miqat di mana orang Mekkah memulai umrah.

Dan di sanalah keajaiban itu terjadi. Di tempat inilah Allah Swt mempertemukannya dengan adiknya yang selama ini dia cari. Dilihatnya seorang lelaki muda sedang menyapu jalanan, dan ternyata itu adalah saudara kandungnya.

Ketika pertemuan itu, saudara tua itu meminta maaf kepada sang adik atas kezalimannya selama ini. Kerana keserakahannya, sang adik hidup sengsara dan terlunta-lunta sebagai tukang sapu di negeri orang.

|Dia pun mengajak adiknya pulang. Dia sudah membahagi harta peninggalan orangtua mereka seadil-adilnya. Bahagian untuk sang adik sudah dia sisihkan, dan akan dia berikan tanpa mengambilnya sedikitpun, jumlahnya jutaan  rupiah ditambah harta yang sangat banyak.

Di tempat yang suci itu, sang adik memaafkan abangnya.Dia  sama sekali tidak menaruh dendam. Bahkan dirinya merasa bahagia boleh tinggal di tanah suci ini. Di sini, ia menghabiskan waktu untuk bekerja dan menghafal al-Qur’an.

Kepada hadirin yang berkerumun di sekitar mereka, tukang sapu yang jadi jutawan itu mengatakan: “Sungguh ini merupakan pelajaran yang besar dalam hidup saya. Saya sudah merasakan bagaimana rasanya menjadi orang yang teraniaya. Kerana itu, saya berjanji tidak akan menganiaya siapa pun. Allah mengharamkan kezaliman atas diri-Nya, dan diharamkannya kezaliman itu atas hamba-hambaNya”.


Marimir Husain berpelukan dengan saudara kandungnya yang telah insaf (foto: Sabq)

Kisah mengharukan itu menjadi buah bibir jemaah haji. Seorang penjual makanan segera di kota Mekkah mengatakan kepada wartawan Sabg:

“Saya sering bersedekah makanan kepada tukang sapu itu, tanpa saya pernah tahu ternyata dia adalah seorang jutawan”.

sumber
ReadMore..